
Yang ditunggu-tunggu pencinta Macintosh akhirnya datang juga. Snow Leopard, versi terbaru (10.6) dari Mac OS X, akan dirilis secara resmi oleh Apple, hari Jumat (28/8).
Gosip peluncuran upgrade dari sistem operasi Mac yang ada saat ini, Leopard (Mac OS X 10.5), sebetulnya telah beredar sejak pekan lalu. Sebuah situs komunitas, MacRumors, memperoleh petunjuk tersebut akibat laporan beberapa anggotanya yang menyebutkan kartu kredit mereka sudah dikenai charge untuk biaya pengiriman Snow Leopard. Petunjuk lain didapat dari down-nya Apple Online Store pada hari Senin. Ditengarai, pengelola situs sedang menambahkan halaman khusus pemesanan Snow Leopard.
Dalam pernyataannya kemarin, Bertrand Serlet (Senior Vice President of Sotware Engineering, Apple) berujar, "Snow Leopard dibangun berdasarkan sistem operasi tersukses yang pernah kami buat. Kami bangga mampu menyelesaikannya lebih awal." Pengumuman awal dari Apple, bulan Juni lalu, memang menyebutkan bulan September sebagai target rilis sistem operasi ini. Ternyata malah bisa hadir lebih cepat.
Bagi para pengguna Mac OS X yang sudah mempergunakan Leopard, versi Snow Leopard ini dapat ditebus dengan US$ 29 (lisensi tunggal) atau US$ 49 (Family Pack berisi lima lisensi). Sementara pengguna Tiger (Mac OS X 10.4) harus membayar Box Set seharga US$ 169 (tunggal) atau US$ 229 (Family Pack). Nantinya sistem akan secara otomatis melakukan upgrade terhadap sistem operasi yang sudah ada.
Apple mengklaim 90% dari sekitar 1000 aplikasi dalam Leopard sudah berhasil diperbaiki performanya. Beberapa di antaranya: meningkatkan kegesitan peranti e-mail dan peramban web (Safari 4), membebaskan 7 GB dari sistem operasi versi sebelumnya, dan pembaharuan aplikasi fitur-fitur QuickTime. Snow Leopard pun memperkenalkan teknologi Grand Central Dispatch dan OpenCL yang mampu mengoptimalisasi kinerja komputer secara keseluruhan.
Namun ada satu poin utama yang dibanggakan Apple dari Snow Leopard, yaitu dukungan built-in terhadap Microsoft Exchange Server 2007. "Ini adalah satu-satunya sistem operasi yang memiliki servis semacam itu, bahkan PC berbasis Windows pun tidak," ungkap Serlet. Aksesnya memang tidak melalui Outlook, tetapi memakai aplikasi bawaan Mac seperti Mail, iCal, dan Address Book. Keandalan makin terjamin karena hampir seluruh peranti lunak tersebut kini dibangun dengan kode 64-bit, sehingga lebih aman dari serangan hacker dan malware.
Beberapa analis TI memperkirakan Snow Leopard bakal bisa meraup penjualan hingga 3 juta kopi, sampai dengan akhir Q3 2009. Sejauh ini, dalam masa pre-order di situs Amazon, kedua paket yang ditawarkan -- lisensi tunggal dan Family Pack -- sukses menguasai peringkat 1 dan 2 produk software terlaris. Apple sendiri menargetkan seluruh pengguna Leopard akan berpindah ke Snow Leopard. "Oleh karena itu, harga yang kami patok tidaklah mahal," imbuh Serlet.

ini adalah gambar dari dekstop os ini.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar